KAMMI UGM dan Sebuah Argumentasi Bermusyarokah
Oleh : Dedy Yanwar El Fani
Sejarah perhelatan bangsa ini tak pernah lepas dari peran pemuda didalamnya. Dengan segala kelebihan yang dimiliki, tak hayal pemuda seringkali menjadi tumpuan harapan dalam setiap moment perubahan. Ada tiga kelebihan yang berkumpul dalam diri pemuda, kelebihan yang pertama adalah semangatnya yang menjadi karakter paling lazim dimiliki pemuda, kedua kematangan daya intelektual, dan yang ketiga kekuatan fisik dalam kondisi puncak. Mahasiswa adalah salah satu elemen pemuda tadi yang paling teruji dari sekian sarat yang diajukan. Peran mahasiswa yang menonjol dalam sejarah negeri ini memang tak lepas dari sisi keunggulan yang dimilikinya. Disisi lain kebutuhan akan tatanan nilai yang sesuai dengan setting kehidupan masyarakat juga perlu difikirkan. Disinilah Islam hadir menjadi solusi bagi setiap permasalahan yang melilit manusia dan lingkungan sosialnya. Solusi Islam adalah keniscayaan karena karakteristiknya yang dinamis dan sangat sesuai dengan fitrah manusia. Maka aspek Islam dan kepemudaan benar-benar menjadi kolaborasi positif jika keduanya digabungkan.
Sejarah perhelatan bangsa ini tak pernah lepas dari peran pemuda didalamnya. Dengan segala kelebihan yang dimiliki, tak hayal pemuda seringkali menjadi tumpuan harapan dalam setiap moment perubahan. Ada tiga kelebihan yang berkumpul dalam diri pemuda, kelebihan yang pertama adalah semangatnya yang menjadi karakter paling lazim dimiliki pemuda, kedua kematangan daya intelektual, dan yang ketiga kekuatan fisik dalam kondisi puncak. Mahasiswa adalah salah satu elemen pemuda tadi yang paling teruji dari sekian sarat yang diajukan. Peran mahasiswa yang menonjol dalam sejarah negeri ini memang tak lepas dari sisi keunggulan yang dimilikinya. Disisi lain kebutuhan akan tatanan nilai yang sesuai dengan setting kehidupan masyarakat juga perlu difikirkan. Disinilah Islam hadir menjadi solusi bagi setiap permasalahan yang melilit manusia dan lingkungan sosialnya. Solusi Islam adalah keniscayaan karena karakteristiknya yang dinamis dan sangat sesuai dengan fitrah manusia. Maka aspek Islam dan kepemudaan benar-benar menjadi kolaborasi positif jika keduanya digabungkan.
KAMMI sebuah wajihah perjuangan mahasiswa muslim, lahir dari pemuda-pemuda berjiwa reformis yang jengah dengan segala keterpurukan yang dialami bangsa. KAMMI itu kumpulan pemuda terpelajar yang siap mengajarkan bangsa ini melangkah menapaki tangga perbaikan, hingga tidak ada lagi kebathilan. KAMMI kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam lingkaran perjuangan mahasiswa. Melakukan misi perbaikan dimanapun KAMMI berada, di kampus, di daerah, ataupun di lingkup nasional. KAMMI adalah gerakan pengkaderan dan gerakan amaliyah (Amal jama’i). Menyadari potensi besar mahasiswa, memanggil KAMMI dalam fungsi pengkaderan turut membina dan mencetak calon agen perubahan bangsa. Orang-orang yang akan dipersiapkan kelak terjun langsung ke tengah-tengah masyarakat. Maka segala aktivitas kampus yang meliputinya adalah tahap persiapan dan proses pematangan.
KAMMI dan Kepemimpinan ummat adalah satu kesatuan, karena disinilah strategi perjuangan KAMMI diletakkan. Maka satu keharusan KAMMI mempersiapkan calon kader pemimpin masa depan. Lalu dimana calon pemimpin itu didapatkan? Lagi-lagi tak jauh-jauh dari dunia kampus, mahasiswa jawabannya. Selanjutnya yang patut difikirkan adalah bagaimana cara dan dengan instrument apa mampu membentuk kader pemimpin? Dunia kampus kembali menawarkan jalan ideal. Dinamika politik kampus dalam wilayah-wilayah organisasi kemahasiswaan menjadi lahan pembibitan subur bagi lahirnya kader-kader pemimpin. Maka menjadi keharusan bagi KAMMI memanfaatkan wilayah kampus menjadi lahan pengkaderan sekaligus juga lahan amal mereka.
Universitas Gadjah Mada (UGM) adalah salah satu kampus terbesar yang ada di Indonesia. Disinilah dilahirkan orang-orang besar yang sekarang ini banyak mengisi post-post penting negeri ini. Bahkan sampai ada yang menyimpulkan, bangkit atau terpuruknya Indonesia kelak banyak dipengaruhi oleh kualitas alumni yang dilhahirkan kampus UGM. Tentu KAMMI turut peduli akan hal ini, melalu perwakilannya di Komisariat UGM aktif membangun UGM dan insan didalamnya agar sejalan dengan visi KAMMI. Adalah wajar jika KAMMI dalam gerakannya berusaha meng-infiltrasi kedalam terutama pada lembaga-lembaga intra kampus. Karena lembaga intra kampus menjadi instrument paling strategis dalam rangka melahirkan kader pemimpin. Selain itu dari sinilah amalan-amalan perbaikan itu dimulai, sekup kampus yang menjadi miniatur nasional. Merealisasikan kampus UGM menjadi kampus yang madani merupakan cita-cita besar KAMMI. Maka dalam usaha itu semua celah harus di optimalkan, termasuk juga dalam lembaga intra kampus.
BEM KM UGM adalah salah satu lembaga intra kampus yang paling diperhitungkan di mata mahasiswa UGM. Legitimasinya dengan status sebagai presiden mahasiswa masih dianggap jabatan “bergengsi”. KAMMI tidak a history dengan yang satu ini, bahkan sudah tidak asing lagi bagi kader KAMMI selama lebih dari satu dekade. Harapan besar bagi KAMMI ketika hal itu dimulai dari lembaga intra. Melalui BEM KM ini lalu mampu memperbaiki Kampus UGM, dari Kampus UGM akhirnya mampu memperbaiki keadaan bangsa.
Beberapa generasi terlewatkan, KAMMI menempatkan kader-kader terbaiknya di lembaga mahasiswa bernama BEM KM UGM. Banyak yang telah dilakukan disana, tapi sekali lagi bukan itu tujuan utamanya. Dengan orientasi semata-mata hanya dalam rangka perbaikan, KAMMI sadar masih banyak yang perlu dibenahi kedepannya, karena KAMMI bukanlah kumpulan malaikat yang alpha akan kesalahan. Maka pentinglah disini untuk terus merefleksikan kepemimpinan yang telah di amanahkan. Tentu saja ini akan bermanfaat bagi generasi gerakan selanjutnya. Melengkapi potongan puzzle yang masih berceceran, menjadi gambaran utuh tentang Indonesia yang bahagia dan sejahtera.

No comments